Perang di Ukraina Menggila, China Turun Tangan Bantu Moskow

Presiden Rusia Vladimir Putin bertemu dengan Presiden China Xi Jinping di Kremlin di Moskow pada 20 Maret 2023. (SERGEI KARPUKHIN/SPUTNIK/AFP via Getty Images)

Perang Antara Rusia dan China yang kian memanas telah membuat China merasa harus terjun langsung dalam menengahi konflik tersebut.

Menteri Luar Negeri China Qin Gang mengatakan negaranya akan bekerja sama dengan Rusia untuk mewujudkan perdamaian antara Moskow dan Kyiv usai bertemu dengan Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov.

Para diplomat membahas masalah itu di sela-sela KTT para menteri luar negeri Organisasi Kerja Sama Shanghai (SCO) di Goa, India.

“China akan terus mempromosikan negosiasi perdamaian dan bersedia menjaga komunikasi dan koordinasi dengan Rusia untuk memberikan kontribusi nyata bagi penyelesaian politik krisis,” kata Qin, dalam keterangan Kementerian Luar Negeri China, dikutip Sabtu (6/5/2023).

Kementerian Luar Negeri Rusia mengeluarkan pernyataan yang mengatakan bahwa para diplomat membahas Ukraina di antara “masalah mendesak” lainnya. Ia menambahkan bahwa Lavrov dan Qin mengutuk “praktik neokolonialisme modern yang memiliki efek merusak pada perkembangan sebagian besar negara di dunia dan di semua bidang hubungan internasional.”

Sebelumnya, Presiden China Xi Jinping bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Moskow pada Maret. Bulan lalu, Xi juga berbicara dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky melalui telepon untuk pertama kalinya sejak Rusia meluncurkan operasi militernya di negara tetangga pada Februari 2022.

Setelah itu, Beijing menugaskan Li Hui, utusan khusus China untuk Urusan Eurasia dan mantan duta besar untuk Rusia sebagai perantara perdamaian.

Tidak seperti banyak negara di Barat, China menolak mengutuk tindakan Rusia di Ukraina. Beijing juga mendukung posisi Moskow bahwa ekspansi NATO menuju perbatasan Rusia memainkan peran utama dalam memicu konflik.

Pada Februari, China meluncurkan peta jalan 12 poin untuk perdamaian, mendesak Moskow dan Kyiv untuk melanjutkan negosiasi langsung. Putin mengatakan bahwa banyak poin dari rencana China yang “selaras” dengan posisi Rusia dan dapat berfungsi sebagai dasar penyelesaian di masa depan.

Mikhail Podoliak, penasihat utama Zelensky, mengkritik rencana tersebut, dengan alasan bahwa hal itu sangat menguntungkan Moskow.

Negosiasi perdamaian yang berarti antara Rusia dan Ukraina terhenti pada musim semi 2022. Zelensky sejak itu mengesampingkan negosiasi dengan Putin. Moskow pun telah menyatakan bahwa ketentuan yang diajukan oleh Kyiv tidak dapat diterima.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*